Israel Tunda Perbahasan RUU Penempatan Yahudi

Khamis, 10-11-2016 – Surat khabar Zionis, Ha’aretz menyebutkan bahawa perbahasan untuk menyokong Rang Undang-Undang (RUU) baru untuk pemutihan lokasi penempatan Yahudi yang sepatutnya dibentangkan pada hari Ahad (6/11) oleh jawatankuasa perundangan, ditunda selama seminggu atas permintaan PM Zionis Benjamin Netanyahu.

Ha’aretz mengatakan, “Sepatutnya dilakukan perbahasan RUU baru yang diajukan anggota Knesset dari Likud dan Jew Home. RUU ini diajukan dengan formula baru di Knesset pada hari Rabu lalu. Setelah mendapatkan persetujuan pimpinan Knesset, agar disegerakan perbahasannya. Namun Netanyahu meminta untuk ditunda pembahasannya selama seminggu.”

Tujuan Netanyahu meminta penundaan perbahasan ini, menurut kalangan kelompok kanan Zionis adalah untuk menunggu keputusan pengadilan tinggi atas isu yang diajukan, yang meminta penundaan pengosongan penempatan Yahudi Amona.RUU perubahan ini menyebutkan tentang penyitaan “negara” terhadap hak-hak penggunaan tanah peribadi Palestin dan bukan penyitaan pemilikannya. Di antara perubahan lain adalah pelaksanaannya di penempatan-penempatan yang ada campur tangan pemerintah seperti penempatan Yahudi Amona. Berdasarkan RUU perubahan, orang-orang Palestin yang terbukti ada pemilikan mereka atas tanah tersebut akan mendapatkan ganti rugi.

sumber : COMES
penterjemah : Osman