Palestin

Engkau bunuh dia
hanya berkerusi roda
menghadapi peluru mautmu
berkecai….
engkau ketawa berdekah-dekah

Walau peluruku batu semata
meghadapmu si lapar darah
tidak pernah ku gentar
engkau tetap lapar,
tidak pernah cukup walau saudaraku
tiap hari engkau sembelih

walau ditindas
dari engkau yang menindas
tidak pernah lekang
walau sesaat
bibirku basah
mengalun zikir pada tuhanku

walau khemah ini
tempat tinggalku
nasib menimpa tidak pernah disesali
redha Allah paling utama

makanan sedap jauh sekali
mengeluh bukan anakku
jiwa mereka suci mulus
hanya syuhada bermain di hati

untuk engkau di luar sana
penonton cerita ini
hentikanlah ketidakadilan ini!!

Posted in Uncategorized
Bookmark the permalink.