Categories
Berita Semasa

Perang Meninggalkan Luka Panjang Di Gaza, 71000 Anak Yatim Dan 64000 Janda

Isnin, 12/10/2026 – Tiga tahun perang di Semenanjung Gaza tidak hanya meninggalkan reruntuhan rumah dan bangunan. Perang juga meninggalkan luka sosial yang mendalam kepada keluarga Palestin. Puluhan ribu orang kehilangan ayah, ibu, anak dan pencari nafkah, sehingga kehilangan tersebut berubah dari sebuah peristiwa menjadi kenyataan sehari-hari yang membebani seluruh masyarakat.

Data Kementerian Pembangunan Sosial di Gaza menunjukkan besarnya perubahan tersebut. Jumlah anak yatim mencapai sekitar 71,846 orang, sementara jumlah janda mencapai angka 64,413 orang sepanjang perang yang berlarutan. Pada masa yang sama, jumlah ketua keluarga yang ditanggung oleh wanita meningkat menjadi sekitar 86,000 keluarga.

Angka-angka tersebut tidak sekadar menunjukkan data statistik, di belakangnya terdapat ribuan rumah yang berubah, anak-anak yang terpaksa menjadi dewasa sebelum waktunya, perempuan yang tiba-tiba menghadapi tanggung jawab baru dan berat, serta keluarga yang kehilangan sumber pendapatan dan pencari nafkah dalam keadaan ekonomi dan kemanusiaan yang sangat buruk.

Kehilangan ayah atau pencari nafkah dalam masyarakat Gaza bukan hanya bererti hilangnya satu orang dari rumah. Keadaan tersebut membuka rangkaian panjang keperluan dan cabaran yang dimulai dari pendapatan, makanan dan tempat tinggal, seterusnya ke aspek pendidikan, kesihatan, rawatan psikologi dan perlindungan sosial.

Dengan meningkatnya jumlah keluarga yang ditanggung wanita menjadi sekitar 86,000 keluarga, ribuan ibu kini menghadapi tanggung jawab berganda. Mereka perlu menjaga anak, memenuhi keperluan rumah, menghadapi kemiskinan dan pengangguran, sekaligus menghadapi akibat kehilangan, tinggal di khemah dan kehancuran.

Penterjemah : Dr Osman